Monday, February 18, 2013
MISTERI JARING LABA-LABA
Sunday, January 6, 2013
KEMANGI DAN SELASIH
Kemangi, merupakan salah satu bahan urap atau lalapan yang digemari oleh sebagian masyarakat Indonesia bahkan juga oleh masyarakat melayu di Malaysia dan sekitarnya. Daun kemangi merupakan salah satu bumbu bagi pepes. Sebagai lalapan, daun kemangi biasanya dimakan bersama-sama daun kubis, irisan ketimun, dan sambal untuk menemani ayam atau ikan goreng.
Nama latin Kemangi adalah Ocinum Bassilum Ferina Citratum, tetapi masing-masing daerah sering mempunyai nama tersendiri seperti Lampes, Klampes, Mangklak, kemangi hutan atau kemangi kebo. aroma daunnya khas, kuat namun lembut dengan sentuhan rasa mint sedikit pahit.
Kemangi merupakan tanaman perdu yang dapat mencapai ketinggian 100 cm dan sangat mudah untuk dibiakan. Membudidayakan kemangi biasanya dilakukan melalui bijinya, walaupun dengan cara stek kadang juga bisa tumbuh. Daun kemangi berbentuk panjang, tegak, menyerupai taji atau bulat telur, berwarna hijau dan berbau harum. Ujung daun bisa tumpul atau bisa juga tajam, panjangnya mencapai 5 cm. Permukaan bergerigi atau juga rata.
Kemangi ini dikenal sangat kaya dengan berbagai kandungan kimia, di antaranya: minyak atsiri, osimena, farnesena, sineol dan lain-lain. Yang dihasilkan oleh daun, biji dan akar. Oleh karena itu kemangi ini selain digunakan sebagai bahan lalapan, juga sudah lama dikenal sebagai salah satu tanaman herbal yang bermanfaat untuk pengobatan.
Jus kemangi sangat bermanfaat untuk mengurangi bau badan/keringat, bau mulut, badan lesu, sariawan dan panas dalam, peluruh gas perut, peluruh haid, peluruh ASI, bahkan konon juga dikenal sebagai tanaman herbal untuk mengatasi masalah ejakulasi dini.
SELASIH
Saudara kemangi yang mirip dengannya dikenal dengan nama selasih, walaupun di daerah lain ada pula yang menamakan kemangi itu juga selasih. Selasih ini mirip dengan kemangi karena memang satu genus beda spesies, hanya saja kemangi berbunga putih sedangkan selasih berbunga coklat tua agak kehitam-hitaman. Kalau kemangi bisanya dipakai untuk lalapan, sedangkan saudaranya ini dikenal sering digunakan untuk upacara-upacara keagamaan.
Selasih, tlasih, basil, atau basilikum (Ocimum) adalah segolongan terna yang dimanfaatkan daun, bunga, dan bijinya sebagai rempah-rempah serta penyegar (tonikum). Selasih termasuk genus Ocinum yang terdiri dari 35 species yang salah satunya dikenal dengan nama kemangi tadi.
Daun selasih berbau dan berasa khas, kadang-kadang langu, harum, atau manis, tergantung kultivarnya. Beberapa di antaranya bahkan dapat membuat mabuk.
Dari hasil pengujian farmakologi didapatkan bahwa selasih memiliki aktivitas antibakteri terhadapSaphylococcus aureus, Salmonella enteritidis, Escherichia coli, aktivitas antiseptik terhadap Proteus vulgaris, Bacillus subtilis, Salmonella paratyph, aktivitas antifungi terhadap Candida albicans, Penicillium notatum, Microsporeum gyseum, aktivitas larvasida terhadap lalat rumah dan nyamuk, dan repelan terhadap serangga.
Konsentrasi efektif dari minyak untuk membunuh 90 persen larva berkisar 113-283 ppm. Kamfor, d-limonen, myrcene, dan timol merupakan senyawa yang mempunyai aktivitas repelan. Sedangkan eugenol dan metikavikol bertanggung jawab terhadap aktivitas larvasida.
KLASIFIKASI ILMIAH
Kerajaan: Plantae, Divisi: Magnaliophyta, Kelas: Magnoliopsida, Ordo: Lamiales, Famili: Lamiaceae, Genus: Ocinum
Referensi:
http://anekaplanta.wordpress.com/2007/12/22/kemangi-versus-selasih/
http://www.fobi.web.id/fbi/v/angiospermae/f-lam/occ-bas/Ocimum-basilicum_Galur_NSH.jpg.html
Monday, December 17, 2012
KENIKIR (Ulam Raja)
Siapa yang tidak kenal Kenikir? Pasti bagi mereka yang hobi wisata kuliner mengenal kenikir terutama daunnya. Memang bagi penduduk kota-kota besar mudah menemukan daun Kenikir, baik itu itu di pasar tradisional maupun supermarket, namun rata-rata mereka belum tahu jenis-jenis pohon Kenikir berikutnya bunganya.
Kenikir atau ulam raja merupakan terna tropika yang berasal dari Amerika Latin, tetapi tumbuh liar dan mudah didapati di Florida, Amerika Serikat, serta di Indonesiadan negara-negara Asia Tenggara lainnya. Kenikir adalah anggota dari Asteraceae.
Kenikir tumbuh baik di dataran rendah sampai pegunungan ± 700m dpl., dengan kondisi tanah yang subur, liat, dan berdrainase baik, terutama di tempat terbuka yang mendapatkan sinar mataharipenuh.
Jenis-Jenis Kenikir
Keluarga besar Kenikir yaitu Asteraceae ini jenisnya banyak (lihat Fobi), namun hanya beberapa yang bisa dipakai untuk lalapan seperti Kenikir (Cosmos caudatus), Beluntas (Pluchea indica) dan Selada (Lactuca sativa).Sedangkan untuk jenis-jenis Asteraceae dari Genus Cosmos dan Genus Tagetes biasanya disebut Kenikir oleh orang Jawa yakni seperti Kenikir (Cosmos caudatus), Kenikir (Cosmos sulphureus), Kenikir (Tagetes erecta) dan Kenikir (Tagetes patula).
Manfaat
Kenikir selain dari jenis Cosmos caudatus tidak pernah dipakai untuk lalapan, karena rasanya yang sedikit pahit dan getir. Bahkan untuk jenis Tagetes erecta dapat dipakai untuk bahan pestisida nabati karena mengandung quercetagetin, quercetagitrin, dan tagetiin yang termasuk dalam kelompok senyawa flavonoid, serta senyawa tagetol, linolaol, ocimene, limonen, dan piretrum yang termasuk dalam kelompok monoterpenoid.
Tumbuhan ini juga mengandung senyawa alkaloid, serta senyawa thertienil yang termasuk dalam kelompok senyawa poliasetilen.Tagetes erecta ini biasanya dimanfaatkan untuk mengatasi penyakit Infeksi saluran nafas bagian atas, radang mata, batuk, radang tenggorokan, sakit gigi dan juga kejang pada anak.
Sedangkan kesukaan menggunakan Cosmos caudatus sebagai lalapan dapat bermanfaat untuk memperbaiki peredaran darah dan mencuci darah, serta untuk menguatkan tulang. Daun Kenikir juga bersifat antioksidan (AEAC) yang amat tinggi, yaitu setiap 100 gram daun yang segar mengandung antioksida yang sama dengan 2,400 miligram L-asid askorbik. Bahan-bahan antioksidan yang utama disebabkan oleh kehadiran bilangan proantosianidin yang berwujud sebagai dimer, melalui heksamer, kuersetin glikosida, asid klorogenik, asid neoklorogenik, asid kripto-klorogenik, serta penangkap radikal bebas.
Radikal bebas dipercaya memicu banyak penyakit karena faktor lingkungan, seperti kanker dan jantung. Pada kenikir, kandungan flavonoidnya merupakan zat antioksidan paling efektif menangkal zat jahat tersebut. Oleh karena hal ini, kenikir disebut sebagai agen kemopreventif.
Serta berdasarkan beberapa kajian para ahli, kenikir juga mengandung 3 persen protein, 0,4 persen lemak dan karbohidrat serta kaya dengan kalsium dan vitamin A.
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Plantae, Divisi:Spermatophyta, Kelas: Magnoliophyta, Ordo:Fabales, Famili: Asteraceae, Genus: Cosmos, Spesies:C. caudatus, Nama binomial:Cosmos caudatus
Thursday, December 13, 2012
TAWON KEMIT (Lebah Tabuhan)
“Bangkekane Nawon Kemit” bagi orang Jawa istilah ini tidak asing lagi, yang artinya menunjukkan seorang gadis sexy berpinggang kecil seperti biola. Tawon kemit memang sexy dengan warna yang mencolok garis kuning berpadu dengan garis hitam sangat kontras dan cantik. Sepintas postur tubuhnya mirip semut bersayap tetapi bukan semut, seperti lebah tetapi bukan lebah. Tawon kemit, Tabuhan atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan nama Wasp sedangkan bagi orang sunda terdapat banyak sebutan untuk beberapa jenis keluarga serangga ini seperti papanting untuk yang bentuknya kecil dan langsing, bangbara atau engang.
Nama ilmiah untuk tawon kemit yang termasuk ke dalam genus Vespa ini adalah Ropalidia fasciata (bhs daerah: tawon kemit kecil/papating) dan Delta campaniforme (bhs daerah: tawon kemit besar/engang)
Tawon kemit atau lebah tabuhan ini merupakan predator alami bagi semua jenis ulat. Hal ini berbeda dengan burung, biasanya burung hanya memilih jenis ulat yang tidak berbulu saja. Tawon kemit membantu para petani dalam mengendalikan hama ulat, hanya saja dengan merebaknya penggunaan pestisida dan ketakutan manusia terhadap sengatan lebah menyebabkan populasi Tawon kemit ini menjadi berkurang. Hal ini terbukti di beberapa daerah seperti beberapa tahun lalu pernah terjadi serangan besar-besaran oleh ulat bulu. Keseimbangan alam memang sudah terganggu akibat pemakaian pestisida secara massal oleh hamper semua petani.
Tabuhan seperti halnya lebah madu biasanya membuat sarang pada dahan atau lubang pohon bahkan tabuhan biasa bersarang juga pada bagian rumah yang terbuat dari kayu atau bambu. Tabuhan membunuh serangga lain untuk makanan tempayak (anak tabuhan) disarangnya sehingga dikenal menjadi parasit bagi banyak spesies serangga termasuk serangga yang menjadi organisma pengganggu tanaman padi, khususnya telur-telur dari serangga lain tersebut. Dengan sifat alamiah seperti itu maka kehadiran beberapa jenis tabuhan menjadi sangat penting di sawah sebagai pengendali organisma pengganggu tanaman (opt). Salah satu opt yang sangat sulit dikendalikan saat ini adalah ulat penggerek batang. Penyemprotan berbagai jenis pestisida baik kimia maupun organik tidak akan mampu mengendalikan ulat penggerek batang yang berada di dalam batang padi karena cairan pestisida yang disemprotkan tidak akan bisa menjangkau ke dalam batang padi. Semprotan pestisida ini hanya mampu mengendalikan kupu-kupunya saja, sedangkan ulatnya yang merupakan pengganggu tanaman padi dari dalam batang tidak bisa dikendalikan dengan cara penyemprotan.
Cara paling efektif dan tentunya ramah lingkungan untuk mengendalikan serangan penggerek batang seperti halnya serangan oleh opt lainnya adalah dengan tindakan preventif berupa pengendalian oleh predator atau musuh alaminya seperti laba-laba atau beberapa jenis tabuhan. Hanya saja budidaya Tawon kemit ini masih menemui kesulitan untuk dilakukan oleh para petani dan untuk saat ini baru Direktorat Jenderal Tanaman Pangan melalui Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan sebenarnya yang sudah mengembangkan prosedur pengendalian opt ini dengan pelepasan musuh alami berupa tabuhan Trichogramma spp yang diperbanyak di tempat yang dikondisikan atau di laboratorium dengan media telur Corcyra spp (hama gudang yang banyak terdapat di gudang penyimpanan padi).
Senjata Rahasia
Senjata rahasia yang dimiliki ulat tabuhan bernama ovipositor. Ovipositor berupa jarum untuk menyuntikkan telur ke tubuh ulat kupu-kupu. Tentu saja, lebah tabuhan adalah musuh utama kupu-kupu. Kupu-kupu tidak berdaya terhadap serangan lebah tabuhan.
Di dalam perut ulat kupu-kupu, telur lebah tebuhan menetas dan berubah jadi ulat lebah tabuhan.Ulat lebah tabuhan memakan semua makanan yang dimakan ulat kupu-kupu. Pintarnya, ulat lebah tabuhan tidak sampai mematikan ulat kupu-kupu. Tetapi, begitu ulat tabuhan siap jadi kepompong, perut ulat kupu-kupu dijebol. Pyarrrr…. Perut ulat kupu-kupu pecah dan keluarlah kepompong lebah tabuhan ! Kasihan ulat kupu-kupu pun mati ! Lebah tabuhan telah menjadi parasit bagi ulat kupu-kupu. Oleh karena itu, lebah tabuhan disebut binatang parasitoid.
Klasifikasi Ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Arthropoda
Kelas: Insecta
Ordo: Hymenoptera
Famili: Vespidae
Genus: Vespa
Monday, December 10, 2012
RUMPUT ALANG-ALANG
Alang-Alang siapa yang tidak kenal dengan jenis gulma yang satu ini, baik yang tinggal di kota apalagi di pedesaan pasti gampang menemukannya. Alang-alang dapat berbiak dengan cepat, dengan benih-benihnya yang tersebar cepat bersama angin, atau melalui rimpangnya yang lekas menembus tanah yang gembur. Gulma ini dengan segera menguasai lahan bekas hutan yang rusak dan terbuka, bekas ladang, sawah yang mengering, tepi jalan dan lain-lain. Di tempat-tempat semacam itu alang-alang dapat tumbuh dominan dan menutupi areal yang luas. Sampai taraf tertentu, kebakaran vegetasi dapat merangsang pertumbuhan alang-alang. Pucuk-pucuk ilalang yang tumbuh setelah kebakaran disukai oleh hewan-hewan pemakan rumput, sehingga lahan-lahan bekas terbakar semacam ini sering digunakan sebagai tempat untuk berburu.
Alang-alang menyukai daerah yang kering dan gembur, hanya di tanah-tanah yang becek, terendam, atau yang senantiasa ternaungi, alang-alang tidak mau tumbuh. Dengan memanfaatkan kecepatan tumbuh, jalinan rimpang alang-alang di bawah tanah, serta tutupan daunnya yang rapat, dapat memberikan manfaat untuk melindungi lahan-lahan terbuka yang mudah tererosi.
Alang-Alang merupakan anggota suku rumput-rumputan (Poaceae) berdaun tajam yang pada umumnya tumbuh liar di hutan, ladang, lapangan berumput, dan pada tepi jalan pada daerah kering yang mendapat sinar matahari. Tanaman alang-alang biasanya tumbuh tegak dengan ketinggian sekitar 30 - 180 cm, berbatang padat, dan berbuku-buku yang berambut jarang. Daun berbentuk pita, tegak, berujung runcing, tepi rata, berambut kasar dan jarang. Warna daun hijau, panjang 12-80 cm, dan lebar 5-18 mm. Tumbuhan ini dapat hidup pada ketinggian 1 - 2.700 meter di atas permukaan laut.
Perbungaan berupa bulir majemuk dengan panjang tangkai bulir 6-30 cm. Panjang bulir sekitar 3 mm, berwarna putih, agak menguncup, dan mudah diterbangkan oleh angin. Pada satu tangkai terdapat dua bulir bersusun, yang terletak diatas adalah bunga sempurna, sedang yang dibawah adalah bunga mandul. Pada pangkal bulir terdapat rambut halus yang panjang dan padat berwarna putih. Biji jorong dengan panjang sekitar 1 mm berwarna coklat tua.
Alang-alang ini mempunyai banyak nama, antara lain di Sumatera disebut laturui, naleueng (Aceh), jih (Gayo), lalang, alang-alang (Melayu), rih (Batak), oo (Nias), hilalang, alang (Minangkabau), lioh (Lampung). Jawa: alang-alang, langangan, kambengan (Jawa), eurih (Sunda), kabut alang (Madura).
Kalimantan: tingen, halalang. Sulawesi: reja (Makassar), deya (Bugis), padanga (Gorontalo), padongo, padang (Sulawesi Utara). Nusa Tenggara: witsyu (Sumbawa), kii (Flores), ambenan (Buru), re (Sasak). Maluku: kuso (Ternate), ige (Halmahera), kusu-kusu (Tiodore). Papua: ruren, gombur, mesofou, ukua, mentahoi, matawe, urmamu, dan omasa.
Nama ilmiahnya adalah Imperata cylindrica, dan ditempatkan dalam anak suku Panicoideae. Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai bladygrass, cogongrass, speargrass, silver-spike atau secara umum disebut satintail, mengacu pada malai bunganya yang berambut putih halus. Orang Belanda menamainya snijgras, karena sisi daunnya yang tajam melukai.
Sifat Dan Khasiat Tanaman Alang-Alang :
Rasa akar alang-alang manis, bersifat sejuk, masuk meridian paru-paru, lambung dan kandung kemih. Simplisia ini bersifat tonik, pereda demam (anti piretik), peluruh kencing (Diuretik), menyejukkan darah untuk menghentikan perdarahan (hemostatik), dan menghilangkan rasa haus. Tunas muda berkhasiat untuk peluruh kencing (Diuretik).
Kandungan Kimia Tanaman Alang-Alang :
Akar dan batang alang-alang mengandung manitol, glukosa, sakarosa, malic acid, citric acid, coixol, arundoin, cylindrene, cylindol A, graminone B, imperanene, stigmasterol, campesterol, beta-sitosterol, fernenol, arborinone, arborinol, isoarborinol, simiarenol, anemonin dan tanin.
Akar Alang-alang digunakan untuk pengobatan :
- Bengkak (Edema) karena radang ginjal akut, infeksi saluran kencing.
- Kencing sedikit - Bengkak karena terbentur (memar)
- Perdarahan akibat panasnya darah (blood heat) seperti mimisan (epistaksis), muntah darah, batuk darah, urine berdarah.
- Wasir (hemoroid) - Demam disertai haus, batuk, flu, sesak
- Tekanan darah tinggi (hipertensi) - Sakit kuning (jaundice)
Bunga Alang-alang digunakan untuk mengobati Batuk darah dan mimisan akibat penyakit paru.
Cara Pemakaian :
- Untuk obat yang diminum : Rebus akar alang-alang kering (15-30 g), bila menggunakan yang masih segar maka jumlahnya kira-kira 30-60 g, sedang untuk bunga sekitar 5-10 mg, dan tunas muda 5-10g. Bisa juga akar ditumbuk dan diperas airnya, atau yang kering digiling untuk dijadikan bubuk.
- Untuk pemakaian luar : bulir bunga berikut tangkainya digiling halus dan dibubuhi pada luka atau disumbatkan ke hidung untuk menghentikan perdarahan.
Subscribe to:
Posts (Atom)